Pengadilan Mesir memulai sidang pertama pada hari Rabu lalu, tentang penutupan kedai-kedai minuman keras dan kelab malam, di mana ini adalah tuntutan yang pertama sejak deklarasi konstitusi baru negara tersebut.
Menurut sebuah laporan yang di siarkan televisyen Mesir, tuntutan tersebut di ajukan oleh seorang pengacara, Wael hamdi al-Saeed, di mana tuntutan tersebut didasarkan pada konstitusi Mesir yang baru pada pasal II, bahawa “Islam agama negara dan Bahasa Arab adalah bahasa rasmi dan prinsip-prinsip Syariah Islam adalah sumber utama Undang-undang, sebagaimana juga tersebut dalam pasal X, bahwa ” Negara dan masyarakat bekerja untuk melindungi Akhlak.”
Dalam tuntutan itu disebutkan bahawa hukum Islam melarang alkohol dan tindakan tak bermoral, menurut Wael hal tersebut menunjukkan bahawa presiden Mesir Muhammad Mursi dan perdana Menteri serta menteri pemerintah daerah sampai saat ini belum menerapkan hukum Islam dan menutup kedai minuman keras dan kelab malam, termasuk tarian yang bertentangan dengan syari’ah dan undang-undang,
Selanjutnya , gugatan tersebut juga menuntut Presiden Muhammad Mursi dan Perdana Menteri Hisham Qandil mengeluarkan keputusan yang melarang bank daripada mengamalkan riba, (hr/Cnn)






0 komentar:
Posting Komentar