Rabu, 16 Januari 2013

MESIR - Barat terus Berusaha Menjatuhkan Mursi


Barat setelah gagal mencari celah dan merusak Mursi pada referendum yang lalu , kini Amerika Syarikat pada Selasa lalu mengecam pernyataan anti-Semit Presiden Mesir Mohammed Mursi pada tahun 2010 lalu sebelum ia terpilih menjadi presiden, dan mendesaknya untuk membuat penjelasan rasmi.
“Bahasa dia gunakan yang kita lihat adalah sangat menyerang,” kata jurucakap Kementerian Luar Negeri Victoria Nuland, dia menambahkan “Kita berfikir bahwa komentarnya mesti kita tolak, dan sekali lagi mereka yang seperti itu mesti ditolak tegas.”
Mursi memperlihatkan sikap anti-Semit  ini terlihat dari pernyataannya, yang didokumentasikan dari siaran video tahun 2010, kembali dicuatkan melalui video yang ditayangkan di televisyen oleh aktivis Mesir Bassem Yousef pada hari Jumaat.
Timbulnya kembali video 2010 menggambarkan saat itu Mursi sedang menangani penunjuk perasaan di kota kelahirannya di Delta Nil, acara tersebut untuk mengecam sekatan Israel di Gaza. Dalam video tersebut, ia mendesak Mesir untuk  “mempertahankan sikap anak-anak kita dan cucu kita untuk tetap membenci orang Yahudi dan Zionis.”
Namun, sejak awal kempen presiden, ada perubahan dari Mursi , ia memberikan komitmen untuk menegakkan perjanjian damai Mesir dengan Israel.
“Ketika ada seorang pemimpin suatu negara pernyataannya mengutuk   Yahudi, dand ia tidak melakukan apa pun untuk memperbaikinya, masuk akal banyak orang di Israel akan menyimpulkan bahwa pemimpin itu tidak dapat dipercaya sebagai mitra untuk perdamaian,” Kenneth Jacobson, wakil direktur nasional dari Liga Anti-Rasis berbasis di AS, mengatakan kepada The New York Times.
Sementara itu, pihak Mursi  menolak untuk menanggapi masalah ini.

0 komentar: