Selasa malam kemarin, mereka sudah memulai salat tarawih berjemaah di musala Baitul Makmur dan Surau Buluah di Pasar Baru, Kecamatan Pauh, Padang.
"Kita selalu berpedoman pada hisab munjit untuk memulai puasa," kata Sekretaris Naqsabandiyah Sumatera Barat, Edizon Revindo seperti dilansir VIVAnews.
Penentuan awal Ramadan tahun ini ditetapkan minggu lepas melalui sidang para ulama Jamaah Naqsabandiyah. Kalender berdasarkan hisab munjit ini juga diperkuat dengan melihat bulan pada pertengahan bulan Sya'ban.
Diperkirakan, ada 8.000 jamaah tarekat ini di Sumbar. Mereka tersebar di sejumlah daerah seperti Solok, Kabupaten Pesisir Selatan, Padang, dan Kabupaten Solok Selatan.
Meskipun Naqsabandi kerap berbeza dalam menetapkan awal ramadhan dan hari besar Islam lainnya, menurut Edizon, hal ini tidak perlu dipertentangkan. "Perbezaan itu kan rahmat," ujar Edizon.
Diperkirakan, ajaran Tarekat Naqsabandiyah masuk ke Pauh, Padang, sejak awal abad ke-19. Dibawa oleh Maulana Syekh H Muhammad Thaib bin Ismail. Dia merupakan ulama asli Pauh yang menimba ilmu di Mekah.SUMBER






0 komentar:
Posting Komentar