Selasa, 24 April 2012

SRI LANKA - Penganut Buddha Serang Masjid





Kelompok penaung utama Muslim Sri Lanka mengatakan umat Buddha radikal berusaha merosakkan ko-eksistensi damai di antara komuniti-komuniti etnik utama di negara itu.

Pernyataan itu datang tiga hari setelah kelompok Buddha garis keras berusaha menyerbu sebuah masjid, setelah pemerintah mengatakan akan membongkar dan merelokasi masjid.
Kelompok Buddha di pusat kota Dambulla mempertahankan tindakan mereka.

Namun masalah ini telah menimbulkan kemarahan di antara beberapa Muslim terkemuka Sri Lanka.
Dewan Muslim Sri Lanka mengatakan pihaknya "sangat prihatin" usaha menghancurkan masjid di Dambulla Jumat minggu lalu.

Dikatakan bangunan masjid itu secara sah terdaftar dan sudah berusia 50 tahun.
Dewan Muslim Sri Lanka mengatakan bahawa elemen Buddha radikal - melawan keinginan majpriti - secara konsisten merosak etnis co-eksistensi. Dan mendesak para pemimpin majoriti Buddha Sri Lanka untuk membangun kembali hubungan baik di antara warga.

Mohamed Saleemdeen, anggota dewan masjid, membantah bahawa bangunan masjid di  pusat kota Dambulla adalah bangunan ilegal.
Dia mengatakan kepada pejabat berita AP bahawa masjid sudah ada jauh sebelum kawasan itu dinyatakan sebagai zon suci umat Budha sekitar 20 tahun yang lalu.
Namun sami terkemuka di Dambulla mengatakan masjid tersebut dibangun secara ilegal di tanah suci bagi agama mereka.

Pada hari Jumaat minggu lalu bangunan masjid itu diserang dengan bom molotov.
Pemimpin Buddha di Dambulla mengatakan mereka sekarang berniat untuk menghancurkan 72 bangunan di daerah sakral yang mereka katakan dibangun secara ilegal, termasuk masjid dan kuil Hindu Tamil.
Seorang sami Dambulla mengatakan kepada BBC bahawa tindakan itu diperlukan kerana Sri Lanka adalah "satu-satunya negara yang melindungi agama Buddha".

Sementara sebahagian besar majoriti Sinhala di Sri Lanka beragama Buddha, umat Islam dianggap sebagai kelompok etnik ketiga, setelah Hindu Tamil.(fq/bbc)

sumber

0 komentar: