Tentera Syria yang berpaling tadah telah memperbaharui komitmen mereka untuk terus berjuang melawan Bashar al-Assad sehingga rejimnya digulingkan pada saat laporan tentang jatuhnya korban meningkat setiap hari sebagai kekerasan tindakan keras pemerintah Syria selama 11-bulan melawan oposisi.
"Kami akan melawan dengan perang sampai rejim Syria digulingkan," kata Ibrahim Toto, komandan batalion Al-Hurriyah Tentera Pembebasan Syria, menurut laporan dari seorang koresponden kantor berita Anadolu Turki yang diizinkan untuk memasuki sebuah kem militer yang tersembunyi di pegunungan dan hutan di dekat perbatasan Turki-Syria.
Toto mengatakan unitnya adalah salah satu dari hampir 70 unit tentera berpaling tasdah lainnya yang dikerahkan di daerah itu dan melancarkan perjuangan yang terkoordinasi melawan tentera al-Assad yang mereka katakan bertanggung jawab atas "pembantaian terhadap warga awam."
"Kami memiliki senjata dan amunisi terbatas dan jika kami tidak dapat menerima bantuan akan ada pembantaian yang lebih mematikan," kata Toto, yang juga menuduh pasukan pro-pemerintah telah mencegah bantuan kemanusiaan mencapai daerah-daerah dimana bantuan sangat dibperlukan seperti kota bergolak Homs.
"Kami berusaha untuk melindungi orang-orang kami dengan senjata kami, tapi kami tidak dapat mencegah mereka mati kelaparan," tegas Toto.
Tentera berpaling tadah yang lain, yang mengidentifikasi dirinya sebagai Abu Muhammad, menolak tuduhan bahwa pasukan pemberontak Syria berusaha untuk membahagi negara berdasarkan garis sektarian, dengan mengatakan mereka hanya mensasarkan pasukan yang setia kepada Assad.
"Kami tidak membeza-bezakan agama, sekte atau ras ini adalah masyarakat kami dan kami telah bersumpah untuk melindungi mereka terhadap kekejaman Assad. Bahkan ada Alawi dan Kristian yang meminta perlindungan kepada Tentara Pembebasan Syria," kata Muhammad.(fq/AA)






0 komentar:
Posting Komentar