Presiden Omar Al-Bashir telah memerintahkan pergerakan besar-besaran pasukan di Sudan dan memerintahkan penguasa negara bahagian untuk membuka kem-kem sukarelawan dan Pertahanan Rakyat Bersenjata (PDF) dalam usaha untuk mengakhiri pemberontakan di wilayah Kordofan.
Al-Bashir mengancam pemerintah Sudan Selatan yang baru didirikan dan mengingatkan mereka akan bernasib seperti diktator Libya Muammar Gaddafi.
Ancaman al-Bashir, yang diterbitkan dalam akhbar Al-Hayat, datang setelah pemerintahnya secara rasmi menuduh Sudan Selatan bergabung dengan Gerakan Rakyat Pembebasan Sudan Utara (SPLM-N) dalam usaha untuk menggulingkan rejim Khartoum dengan menduduki negara bahagian Kordofan Selatan sebelum bergerak maju ke ibukota.
"Mereka yang bersekongkol melawan Sudan akan membayar harga mahal," kata Al-Bashir.
"Semoga Tuhan menghukumnya," katanya tentang Gaddafi dan menuduh mereka yang setia Gaddafi bermain "peran kotor" di Sudan.
Setelah rejim Gaddafi mulai runtuh tahun lalu, Al-Bashir menuduh dia bertanggung jawab untuk banyak kesengsaraan Sudan, terutama melalui dukungannya terhadap pemberontak di Darfur.
Presiden Sudan juga mengecam surat perintah penangkapan oleh Pengadilan Pidana Internasional yang dikeluarkan untuk menteri pertahanannya.
"Saya mengatakan, atas nama angkatan bersenjata, kami akan membela martabat dan kebanggaan Sudan," pungkasnya. (fq/alahram)






0 komentar:
Posting Komentar