Tunisia telah membongkar sebuah jaringan "organisasi pengganas" yang berhubungan dengan Al-Qaidah dan menangkap 12 anggota kelompok tersebut, dan beberapa di antara anggota kelompok itu telah menerima pelatihan militer di Libya dan berusaha untuk mendirikan sebuah negara Islam, Menteri Dalam Negeri Tunisia Ali Larayed mengatakan Isnin lau (13/2).
Larayed, pemimpin parti An-Nahdhah yang kini memimpin pemerintah Tunisia, mengatakan bahawa sembilan anggota kelompok itu beroperasi di dalam Libya.
"Mereka yang dituduh dalam kes ini sebelumnya sebahagian besar berada di penjara (di Tunisia) dengan tuduhan terorisme dan sejumlah dari mereka menerima pelatihan di Libya selama revolusi Libya," katanya kepada wartawan.
"Kami telah menyita beberapa senjata termasuk 25 senapang Kalashnikov dan 2.500 peluru ... Mereka berniat untuk mendirikan negara Islam. "
"Penyelidikan menunjukkan bahawa mereka memiliki hubungan dengan kelompok-kelompok yang dekat dengan al-Qaidah di Libya dan mungkin dengan anggota al-Qaidah di Algeria," katanya menambahkan.
Belum begitu jelas apakah kelompok tersebut merencanakan serangan-serangan khusus, namun Larayed mengatakan mereka terhubung ke beberapa pejuang yang bertempur dengan pasukan keamanan Tunisia di bagian timur kota pelabuhan Sfax bulan ini.(fq/reu)






0 komentar:
Posting Komentar