Tentara Syria menutup lapangan publik di Hama, Khamis lalu (2/1), setelah penduduk wilayah itu menuangkan cat merah di lapangan untuk melambangkan darah dalam menandai peringatan 30 tahun pembantaian yang pernah dilakukan ayah Presiden Bashar al-Assad selama pemberontakan terhadap pemerintahannya.
Aktivis di Hama mengatakan trak pemadam kebakaran menuangkan cat merah ke tanah untuk memperingati pembantaian berdarah terhadap aktivis Islam khususnya Ikhwanul Muslimlin yang dilakukan Hafez Al-Assad pada tahun 1982 yang membunuh lebih dari 10.000 orang.
"Mereka ingin membunuh kenangan kami dan mereka tidak ingin kami mengingatnya," kata seorang aktivis di Hama, di mana penduduk mengatakan kereta kebal menyekat alun-alun utama untuk mencegah aksi demonstrasi.






0 komentar:
Posting Komentar