Rabu, 01 Februari 2012

SYRIA - Alawi, Sekte Rahsia yang Berkuasa

Pemberontakan terhadap Presiden Syria Bashar al-Assad, yang terinspirasi oleh pemberontakan yang menggulingkan tiga pemimpin Arab pada tahun 2011 lalu, telah mengambil suatu pandangan sektarian kerana kebanyakan dari para penunjuk perasaan sunni berusaha untuk menggulingkan presiden yang berasal dari sekte Alawi.

Presiden Assad sendiri berasal dari sekte minoriti Alawi dan pengkritik mengatakan presiden telah mengisi posisi politik dan pegawai tinggi militer dengan orang-orang dari sektenya dalam usaha memaksakan kekuasaannya melalui loyaliti sektarian.

Muslim sunni membentuk 74 peratus dari 22 juta penduduk Syria, Alawi 12 peratus, Kristian 10 peratus dan Druze 3 peratus. Ismailiyah, Yezidis dan beberapa orang Yahudi merupakan bakinya.

Kerahasiaan dan kuatnya elite kekuasaan Syria di sekitar Assad telah memperdalam kecurigaan muslim Sunni tentang keyakinan Alawi yang misterius.

Sebagai sekte minoriti yang konon awalnya tertindas menurut laporan sejarah mereka, tiba-tiba sekte Alawi mengendalikan Syria pada tahun 1970 ketika ayahnya Hafez Assad melakukan kudeta terhadap kepemimpinan Sunni. Dia membangun sebuah tentera yang bengis berdasarkan kesamaan sekte.

Bersekutu dengan kelas pedagang Sunni di Damsyik dan Aleppo, elit Alawi memperluas pengaruh mereka terhadap perekonomian serta pasukan keamana dan militer. Bahkan milisi pro-Assad yang paling ditakuti Shabiha adalah berasal dari sekte Alawi.

Seperti negara-negara Arab lainnya, Syria telah melihat penyebaran Islam "konservatif" dalam beberapa dekad terakhir. Hal ini telah mempertajam perbezaan Sunni dengan Alawi, yang mendakwa menjadi arus utama agama Syiah.

Namun tidak semua Alawi mendukung dinasti Assad dan konon hanya sedikit dari mereka yang diuntungkan dari pemerintahan Assad, kerana banyak dari mereka hidup dalam kemiskinan dan tinggal di pegunungan Syria. Sekte ini meluas dari utara ke kota Antakya Turki, dekat kota kuno Antiokhia, di Turki di mana dilaporkan terdapat 12 juta pengikut Alawi.

Sekte Alawi sering disebut sebagai "sebuah cabang dari agama Syi'ah," namun banyak yang mengganggap sekte ini seperti merujuk ke Kristian dari sebuah cabang dari Judaisme.

Alawi memisahkan diri dari Syi'ah lebih dari 1.000 tahun lalu dan mempertahankan beberapa link untuk itu, termasuk penghormatan terhadap sahabat Ali dan ahlul baitnya. Alawi secara harfiah berarti "mereka yang menganut ajaran Ali".

Tertindas selama periode Utsmaniyah, Alawi telah mengecilkan keyakinan khas mereka dalam beberapa dekad terakhir untuk berdebat mereka adalah Syiah arus utama seperti yang ada di Iran. Hal ini sebagian untuk memenuhi aturan konstitusi baahwa presiden harus seorang Muslim.

Ikhwanul Muslimin sendiri menyebut Alawi adalah kafir selama beberapa dekad.

Terisolasi di pegunungan dekat pantai Mediterania Syria, Alawi mengajarkan bahawa Al-Quran itu untuk dibaca alegoris dan lebih memilih untuk berdoa di rumah daripada mendatangi masjid-masjid.

Mereka juga sangat rahsia, memulai dari sebahagian kecil orang untuk percaya terhadap dogma inti mereka, termasuk reinkarnasi dan asas Tritunggal mereka juga memiliki ritual minum anggur yang dikuduskan mirip dengan Misa Kristian

Pemerintahan kolonial Perancis dahulu mencuba mengklasifikasikan Alawi Syria sebagai agama yang terpisah meskipun adanya perlawanan dari para pemimpin Alawi yang lebih tertarik mengidentifikasi diri mereka sebagai Islam.

Seperti Druze di dekatnya, Alawi mengadopsi praktik Syiah tentang taqiyyah, atau menyembunyikan keyakinan mereka untuk menghindari penganiayaan.(fq/aby)

sumber

0 komentar: