Blok parlimen Hamas di Jalur Gaza menentang kesepakatan rekonsiliasi terbaru gerakan itu dengan Fatah, yang dipimpin oleh Presiden Palestin Mahmud Abbas.
Hamas dilaporkan berisiko kehilangan pengaruh di Gaza di bawah kesepakatan tersebut, yang ditandatangani di Qatar minggu ini oleh Abbas dan pemimpin Hamas di pengasingan, Khalid Misyaal.
Dalam sebuah pernyataan hari Rabu lalu (8/2), 31 anggota parlimen Gaza dari Hamas mengatakan kesepakatan itu adalah tidak sah. Sembari mengatakan Abbas tidak boleh menjadi presiden dan perdana menteri sekaligus.
Namun seorang jurucakap Hamas di Gaza mengatakan perjanjian tersebut akan tetap dilakukan, meskipun adanya kritik tersebut.(fq/ap)






0 komentar:
Posting Komentar