Minggu, 05 Februari 2012

LIBYA - Maulidurrasul Meriah Sekalipun Salafi Wahhabi Membantah

Sufi Libya mengadakan perarakan gembira melalui jantung kotaTripoli pada Sabtu lalu (4/1) untuk mengenang maulid Nabi Muhammad SAW, menentang kelompok yang mereka anggap radikal, Salfi Wahhabi Muslim, yang dianggap menekan mereka melarang melaksanakan tradisi yang sudah berabad-abad dilakukan.

Nyanyian himne dengan ketukan dram dan simbal, memenuhi lorong-lorong sempit kota tua di Tripoli untuk merayakan hari Maulid, acara kegemaran bagi para Sufi di benua Afrika Utara tersebut.

Perayaan maulid adalah yang pertama sejak jatuhnya Muammar Gaddafi Ogos tahun lalu, meskipun ada kekhuatiran bahawa kelompok "garis keras" Salafi Wahhabi mungkin akan menyerang kelompok sufi sebagai pelaku bidah.

Ketegangan antara para Sufi tradisional dan Salafi Wahhabi, telah menjadi kesenjangan kunci dalam politik Libya pada saat kedua belah pihak mulai terbentuk untuk mengikuti pemilihan umum yang bebas pada bulan Jun akan datang.

"Kami bertempur melawan tiran (Gaddafi) kerana dia seorang diktator dan kami tidak ingin orang seperti dia memerintah kami lagi," kata guru biologi Muhammad Arif. "Kami majoriti."

Emhemed Elashhab, seorang syeikh di salah satu sekolah Islam di mana kelompok sufi berkumpul, mengatakan ada kurang dari 2,000 Islamis yang suka kekerasan di Libya. "Semua orang normal menentang idea-idea mereka," katanya.

Bahkan jika hari kebesaran Maulid berlalu tanpa insiden, pemimpin sufi mengatakan mereka tetap prihatin kerana pegawai keagamaan pasca-Gaddafi memiliki kecenderungan Salafi Wahhabi dan telah menunjuk para imam ke masjid-masjid di seluruh negeri.

Khutbah Salafi juga meluas di televisyen dan radio Libya, kata mereka, yang meningkatkan kekhuatiran di kalangan sufi bahwa mereka sedang terkepung oleh kelompok Islam yang keras.(fq/reu)

sumber

0 komentar: