Sekelompok pemuda Ikhwan telah memulakan sebuah kempen di Facebook dan YouTube untuk pendirian laman berita "Ikhwan Offline," laman web baru yang mereka harapkan sebagai alternatif laman rasmi jemaah "Ikhwanonline.com".
Meskipun sekelompok pemuda Ikhwan ini mengecam keras laman rasmi jemaah, namun mereka menyuarakan oposisi terhadap siapapun yang ingin menodai citra jemaah.
Seorang pendiri Ikhwan Offline menyatakan idea pendirian laman digambarkan sebagai "sebuah inisiatif yang dibuat oleh pemuda Ikhwan dalam usaha untuk meningkatkan Ikhwan Online, dengan cara kritik yang konstruktif."
"Kami berkomitmen untuk garis perjuangan, tapi kami memperhitungkan bahawa kelanjutan dari laman Ikhwan Online dalam bentuknya saat ini menyebabkan kerugian besar, dan itulah sebabnya kami mengadopsi inisiatif ini," tegas pendiri Ikhwan Offline, yang masih dalam tahap pembangunan.
Ikhwan Online menjadi sasaran kritik selama beberapa bulan terakhir, khususnya berkaitan dengan cakupan aksi protes dan demonstrasi massa, yang diboikot oleh Ikhwan.
Mei tahun lalu, Abdul Ghalili al-Sharnuby, pemred dari Ikhwan Online, mengajukan pengunduran dirinya sebagai aksi protes terhadap para pemimpin Ikhwan dalam meliput aksi Jumaat Kemarahan Kedua, sebuah demonstrasi yang berlangsung pada tanggal 27 Mei di Tahrir Square.
Pada hari aksi protes itu, Ikhwan Online melaporkan bahawa hanya 5.000 orang yang ikut berpartisipasi, bertentangan dengan outlet berita dan saksi mata, yang diperkirakan jumlah peserta mencapai puluhan ribu.
Menurut pendiri Ikhwan Offline, mereka terpaksa untuk menciptakan laman web lain setelah mereka kehilangan harapan terhadap laman rasmi jamaah.
Para pendiri Ikhwan Offline mengatakan bahawa mereka berusaha mendirikan outlet media profesional yang tidak terpengaruh oleh afiliasi politik.
Beberapa orang telah mengkritik inisiatif tersebut melalui Facebook dan meminta para pendiri Ikhwan Offline untuk mengirimkan saranan kepada para pemimpin Ikhwan daripada mengumbar masalah internal jemaah kepada awam.
Para pendiri menekankan bahawa mereka telah menyampaikan keluhan mereka lebih dari sekali, namun tidak menyaksikan perubahan yang signifikan, menambahkan bahawa mereka telah menghubungi komite media Ikhwan, namun tidak menerima respon yang memuaskan mereka.(fq/amay)






0 komentar:
Posting Komentar