Pemimpin gerakan Islam Palestina Hamas, Khalid Misyaal, secara efektif telah meninggalkan markasnya di ibukota Syria, Damsyik, diplomatik dan sumber-sumber intelijen mengatakan pada Jumaat (27/1).
"Misyaal tidak tinggal di Syria saat dia boleh melakukannya,"kata seorang diplomat di wilayah itu yang berbicara dalam kondisi anonimiti.
Sebuah sumber intelijen regional, yang juga tidak ingin diidentifikasi, mengatakan: "Dia tidak akan kembali ke Syria. Itu keputusan yang dia buat. Masih ada kehadiran Hamas di sana, tapi itu tidak signifikan."






0 komentar:
Posting Komentar