Pada saat pegawai Hamas di Damsyik mulai berkemas untuk meninggalkan negara itu dalam usaha mencari lokasi markas baru mereka, presiden Turki menyatakan bahawa negara mereka terbuka lebar bagi sebuah pejabat Hamas di Turki.
"Turki telah menjadi salah satu pendukung terkuat dari masalah Palestin," kata Presiden Abdullah Gul seperti dikutip media saat berbicara kepada wartawan di Ankara Esenboga Lapangan Terbang Internasional sebelum keberangkatannya ke UEA.
"Hamas adalah sebuah lembaga politik yang masuk ke dalam pemilu di wilayah Palestin di Gaza dan berkuasa melalui suara rakyat," kata Gul.
"Kontak kami [dengan Hamas] telah berlangsung konstan, tetapi kami akan terpaksa menunggu dan melihat apa yang mungkin terjadi ke depannya," tambahnya, tanpa mengabaikan kemungkinan bahwa Hamas mungkin akan lebih banyak terlibat dengan Turki di masa depan.






0 komentar:
Posting Komentar