Beberapa jam setelah seorang mahasiswa Israel mendakwa telah menemukan identiti hacker yang membocorkan informasi peribadi dari puluhan ribu orang Israel, "Hacker Saudi" mengatakan mahasiswa Israel itu telah mendapatkan orang yang salah.
"Tidak ada yang akan menangkap saya, itu tidak mungkin," hacker dengan nama samaran "0xOmar" mengatakan Ynet melalui sebuah email.
"Jika seorang mahasiswa bodoh berfikir dia dapat menemukan saya dalam lapan jam, apa yang akan Mossad lakukan?" Kata hacker itu dalam emailnya.
Ynet sebelumnya Jumaat lalu (6/1) melaporkan bahawa seorang pakar komputer Israel mendakwa telah menemukan identiti sebenarnya dari "0xOmar" - yaitu seorang pelayan 19 tahun Mexico bernama Umar Habib, dan ia berbasis di Mexico dan bukan di Arab Saudi.
"Saya ingin mencelakakan Israel secara finansial dan sosial," ancamnya sebelumnya,
"0xOmar" bersumpah untuk membocorkan lebih banyak fail, menambahkan bahawa dia berasal dari Riyadh, bukan Mexico. Dia bersumpah bahawa sasarant berikutnya termasuk kontraktor militer dan sistem Israel SCADA (Supervisory Control dan Data Acquisition), menurut laporan Ynet.
"Tidak mungkin untuk mengesan saya via email atau Facebook atau sesuatu seperti itu. Saya seorang hacker canggih yang tahu segala sesuatu tentang internet, saya tahu sangat baik (bagaimana) untuk menyembunyikan diri, kata "0xOmar" dalam emailnya.
Radio umum Israel sebelumnya mengatakan Jumaat lalu bahawa "hacker Saudi" menyerang lagi dengan menyebarkan fail Internet terbaru yang mengandung virus Trojan horse.
Menurut laporan tersebut, hacker Saudi memposting apa yang tampaknya maklumat kad kredit, tetapi dalam kenyataan bahawa malware serius itu dapat merosak pengguna yang mendownload file.(fq/aby)






0 komentar:
Posting Komentar