Senin, 16 Januari 2012

AFGHANISTAN - Hikmatyar Bicara Soal Akhiri Perang

Pemimpin terbesar kedua dari kelompok pejuang Afghanistan mengatakan dalam sebuah wawancara yang disiarkan hari Ahad lalu bahawad ia siap untuk "melakukan pembicaraan yang bererti" dengan semua pihak untuk mengakhiri perang selama satu dekad di negara tersebut.

Pernyataan oleh Gulbuddin Hekmatyar, pimpinan Hizbul Islami, datang setelah adanya pengumuman yang disampaikan oleh kelompok penentang utama, Taliban, bahawa mereka akan membuka pejabat politik di Qatar menjelang kemungkinan adanya pembicaraan dengan AS.

Namun Hekmatyar, seorang mantan perdana menteri Afghanistan, tidak mengganggap hasil kontak yang dilakukan Hizbul Islami dengan Washington dan pemerintah Presiden Hamid Karzai.

"Kami mengadakan pembicaraan dengan pemerintah Kabul serta dengan Amerika pada kesempatan yang berbeza, tetapi kami tidak menerima rancangan yang jelas, yang boleh diterima dan realistik dari apa yang mereka bicarakan," katanya kepada pejabat berita Afghanistan Islam.

"Pemerintah Kabul tidak berdaya dan Amerika tidak memiliki rancangan yang dapat diterima bagi bangsa Afghanistan dan para mujahidin."

"Setiap perundingan mesti membuka jalan bagi rancangan yang disepakati untuk penarikan tanpa syarat dari pasukan asing, menjamin kemerdekaan Afghanistan, hak warga Afghan untuk menentukan nasib mereka sendiri dan integriti nasional mereka," katanya menegaskan.(fq/afp)

sumber

0 komentar: