Rabu, 07 Desember 2011

MESIR - Salafi Wahhabi Keluar Pelbagai Fatwa

Munculnya perkembangan terbaru adanya kelompok Islam Salafi Wahhabi di Mesir setelah revolusi 25 Januari telah menimbulkan serangkaian fatwa kontroversial yang terutama difokuskan pada wanita, Koptik, budaya dan demokrasi.

Penceramah Salafi Wahhabi Mustafa al-Adawi mengeluarkan fatwa yang melarang wanita Muslim mengenakan kasut tumit tinggi kerana melakukan hal itu boleh menjadi penarik untuk para lelaki.

"Seorang wanita hanya boleh memakai kasut tumittinggi untuk suaminya, tapi dia tidak boleh melakukannya di luar rumahnya," katanya.

Ulama Salafi Wahhabi yang lain, Syeikh Mahmud Amir, telah mengeluarkan fatwa yang melarang umat Islam memberikan suara untuk calon Koptik atau rakan-rakan Muslim mereka yang tidak melakukan ibadah solat secara teratur.

"Hal ini dilarang oleh Islam untuk memilih mereka dan siapapun yang akan melakukannya telah mendapat dosa besar," katanya.

Amir dan ulama salafi wahhabilainnya menentang revolusi Mesir dan menyatakan bahawa memberontak terhadap penguasa adalah haram dalam Islam.

Pernyataan kontroversial lainnya adalah dikeluarkan oleh tokoh Salafi wahhabiterkemuka dan calon anggota parlimen Abdul Mun'im Al-Syahat yang mengatakan bahawa demokrasi adalah bentuk kemurtadan dan mengkategorikan karya pemenang Nobel Naguib Mahfouz sebagai "literatur ateis."

Pernyataan-pernyataan ini menuai banyak kebencian dari para intelektual Mesir dan banyak pihak yang memperingatkan bahaya dari ideologi ekstremis terhadap budaya Mesir dan kesedaran rakyat Mesir.

Dalam nada yang sama, ulama Salafi Wahhabi dan calon presiden Syeikh Hazim Abu Shalah Ismail mengatakan ia menentang percampuran jenis kelamin/ikhtilat di tempat umum.

Meskipun penolakan mereka terhadap idea demokrasi, beberapa ulama salafi wahhabi dengan cepat bergabung dengan panggung politik setelah jatuhnya rejim dan salah satu parti mereka, An-Nur, mencetak hasil yang tak terduga dalam tahap pertama pilihan raya parlimen pertama negara itu pasca-Mubarak.(fq/aby)

sumber

0 komentar: