Ikhwanul Muslimin telah mengeluarkan sebuah pernyataan menuntut dewan militer melakukan permintaan maaf langsung atas huru-hara Jumaat lalu di luar gedung Kabinet, yang telah menyebabkan lapan orang terbunuh dan sekitar 300 lainnya cedera.
Ikhwan juga meminta Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata (SCAF) untuk memulai penyelidikan bebas dan transparan terkait bentrokan dan juga huru-hara sebelumnya antara penunjuk perasaan dan pasukan keamanan.
Ikhwan juga menuntut agar hasil penyelidikan segera diumumkan dalam waktu secepatnya, dan keluarga para korban diberikan kompensasi dan pemerintah membayar biaya perubatan dari semua orang yang cedera.
Kelompok Islam Ikhwan, yang telah memimpin dalam dua putaran pertama pemilihan parlimen, juga menggarisbawahi bahwa pentingnya untuk melanjutkan proses pemungutan suara.
Kelompok ini mendesak dewan militer untuk menyerahkan kekuasaan kepada pemerinathan rakyat pada bulan Jun 2012.






0 komentar:
Posting Komentar