"Ya, Kami akan melarang minuman keras," kata Subhi Shalih, seorang tokoh Ikhwanul Muslimin di sebuah program Selasa lalu di New Valley, sebuah wilayah di sebelah barat Kaherah.
"Pelancongan bukan berarti ketelanjangan dan mabuk-mabukan," tambahnya. "Kita rakyat Mesir adalah masyarakat beragama terbesar, dan kita tidak perlu hal-hal seperti itu."
Shalih juga mengatakan Parti Kebebasan dan Keadilan Ikhwanul Muslimin akan menerapkan hukum Syariah Islam. "Ini sudah direncanakan sejak tahun 1928," katanya. "Kerana Islam adalah solusi."
Dia juga menuduh sisa-sisa rejim Mubarak menghasut aksi kekerasan yang terjadi di Muhammad Mahmud Street dan di depan bangunan kabinet Mesir.
Rakannya, Khalid Audah, mengatakan sisa-sisa rejim Mubarak ingin merosak perekonomian. "Mereka ingin orang-orang menyalahkan kami ketika kami tidak menemukan wang untuk membayar upah saat kami nanti berkuasa," tegasnya. (fq/amay)






0 komentar:
Posting Komentar