Aktivis Syria mengatakan jumlah yang maut hanya satu hari saja akibat serangan serta kekerasan dari pasukan keselamatan telah meningkat menjadi sekurang-kurangnya 28 orang.
Pertumpahan darah terbaru ini datang pada saat komite kunci PBB dengan suara majoriti pada hari Selasa (22/11) mengutuk pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh pemerintah Presiden Bashar Assad dan menyerukan segera diakhirinya semua bentuk kekerasan.
Kekerasan pihak berkuasa dilaporkan terjadi di kota Hama dan Homs, kota timur Deir el-Zour dan di tempat lainnya.
Hampir 4,000 orang dilaporkan telah terbunuh akibat tindakan keras militer terhadap
pemberontakan rakyat yang telah berlangsung selama delapan bulan di Syria.(fq/ap)






0 komentar:
Posting Komentar