Arab Saudi mendesak warganya pada Selasa (29/11) untuk segera meninggalkan Syria dalam usaha menghindari agar tidak terjebak dalam tindakan keras militer terhadap aksi protes di negara itu, pejabat berita negara Saudi melaporkan.
"Kementerian luar negeri memberi peringatan untuk warga Saudi yang saat ini berada di Syria untuk segera meninggalkan negara itu dan meminta semua warga untuk tidak melakukan perjalanan ke sana karena maraknya kerusuhan yang terjadi di Syria," lapor pejabat berita Saudi.
Seruan itu terjadi dua hari setelah Liga Arab memutuskan untuk memberlakukan sanksi terhadap pemerintah Presiden Bashar Assad atas penolakannya memungkinkan pasukan pemantau untuk memasuki negara tersebut dalam upaya memantau pelanggaran hak asasi.
Arab Saudi telah mengambil peranan utama di antara negara-negara Arab dalam mengutuk penggunaan kekerasan pasukan Assad untuk menghancurkan kerusuhan jalanan di negara itu. Pada bulan Ogos Raja Abdullah Saudi mendesak Syria untuk mengakhiri pertumpahan darah dan menarik duta negaranya dari Damsyik.
Arab Saudi mengatakan awal bulan ini bahwa salah satu warganya telah dibunuh oleh pasukan pemerintah Syria di kota yang bergolak Homs.






0 komentar:
Posting Komentar