Sejumlah pemuda Ikhwanul Muslimin bergabung dengan aksi demonstrasi di Tahrir Square di Kaherah yang bertujuan untuk mengakhiri kekuasaan militer, meskipun sikap rasmi dari kelompok Islam ini adalah mereka tidak bmengambil bahagian dalam aksi demonstrasi.
Sayap politik Ikhwan, Parti Kebebasan dan Keadilan (FJP), mengumumkan penolakan mereka untuk mengambil bahagian dalam demonstrasi, yang telah menjadi konfrontasi berdarah, sambil mengecam kebrutalan pasukan keamanan dalam usahaa mereka untuk membubarkan massa.
Sikap Ikhwanul Muslimin yang tidak mhau bergabung di Tahrir di tengah pertempuran dianggap bertentangan dengan semangat revolusioner, para aktivis mengatakan.
Di Tahrir Square dan lokasi lainnya di beberapa daerah, pendemo meneriakkan slogan-slogan menentang Ikhwan dan menuduh Ikhwan sebagai "pengkhianat" Revolusi 25 Januari.
Tokoh terkemuka FJP Muhammad El-Beltagi bahkan diusir dari Tahrir Square ketika ia pergi untuk mengekspresikan dukungan kepada para penunjuk perasaan. Ia dituduh berusaha untuk mempromosikan dirinya sendiri dan partinya menjelang pemilihan parlimen dengan berpura-pura mendukung pendemo Tahrir.
Pemuda Ikhwan, di sisi lain, memiliki status yang berbeda di antara pendemo kerana banyak dari mereka pergi ke garis depan pertempuran atas kemahuan mereka sendiri, bersama pemuda Mesir lainnya. Banyak di antara mereka juga bekerja sebagai sukarelawan doktor dan paramedik di hospital lapangan di Tahrir Square dan jalanan di sekitarnya.
Seperti pendemo lainnya dari aliran politik yang berbeza, para pemuda Ikhwan menolak untuk mengidentifikasi diri mereka sebagai anggota kelompok Ikhwan. "Kami di sini sebagai paramedik Mesir untuk membantu yang cedera dan kami tidak mewakili kelompok atau kekuatan politik," jawab beberapa lelaki muda berjanggut ketika ditanya apakah mereka adalah anggota dari ikhwan atau FJP.(fq/alahram)






0 komentar:
Posting Komentar